Assalamualaikum
ADITIA CANDRA
LIFE IS CHOICE
Minggu, 04 Juni 2017
Kamis, 24 Juli 2014
Satuan turunan SI
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
|
|
Halaman ini belum atau baru diterjemahkan sebagian dari bahasa Inggris. Bantulah Wikipedia untuk melanjutkannya. Lihat panduan penerjemahan Wikipedia. |
Daftar isi
Turunan satuan dengan nama-nama khusus
Satuan dasar dapat dikombinasikan untuk mendapatkan satuan pengukuran besaran lainnya. Sebagai tambahan dari dua satuan tanpa dimensi yaitu radian (rad) dan steradian (sr), 20 satuan turunan lainnya memiliki nama khusus. Nama satuan yang berasal dari satuan dasar SI| Nama | Simbol | kuantitas | Ekuivalen | Ekspresi dalam hal satuan dasar SI |
|---|---|---|---|---|
| hertz | Hz | frekuensi | 1/s | s−1 |
| radian | rad | sudut | m/m | satuan tak berdimensi |
| steradian | sr | sudut ruang | m2/m2 | satuan tak berdimensi |
| newton | N | gaya, berat | kg⋅m/s2 | kg⋅m⋅s−2 |
| pascal | Pa | tekanan | N/m2 | kg⋅m−1⋅s−2 |
| joule | J | energi, usaha, kalor | N•m
C•V W•s |
kg⋅m2⋅s−2 |
| watt | W | daya, fluks radiant | J/s
V⋅A |
kg⋅m2⋅s−3 |
| coulomb | C | muatan listrik | s⋅A | s⋅A |
| volt | V | tegangan listrik, beda potensial, gaya gerak listrik | W/A
J/C |
kg⋅m2⋅s−3⋅A−1 |
| farad | F | kapasitansi | C/V | kg−1⋅m−2⋅s4⋅A2 |
| ohm | Ω | hambatan, Impedansi, reaktansi | V/A | kg⋅m2⋅s−3⋅A−2 |
| siemens | S | konduktansi, admitansi | 1/Ω
A/V |
kg−1⋅m−2⋅s3⋅A2 |
| weber | Wb | fluks magnet | J/A | kg⋅m2⋅s−2⋅A−1 |
| tesla | T | kuat medan magnet, kerapatan fluks magnet | V⋅s/m2
Wb/m2 N/(A•m) |
kg⋅s−2⋅A−1 |
| henry | H | induktansi | V⋅s/A
Wb/A |
kg⋅m2⋅s−2⋅A−2 |
| celsius | °C | suhu relatif terhadap 273,15 K | K - 273.15 | K - 273.15 |
| lumen | lm | fluks cahaya | cd⋅sr | cd |
| lux | lx | Iluminansi | lm/m2 | m−2⋅cd |
| becquerel | Bq | peluruhan radioaktif (peluruhan per satuan waktu) | 1/s | s−1 |
| gray | Gy | dosis terserap (pada radiasi pengion) | J/kg | m2⋅s−2 |
| sievert | Sv | dosis ekuivalen (pada radiasi pengion) | J/kg | m2⋅s−2 |
| katal | kat | aktivitas katalis | mol/s | s−1⋅mol |
Satuan tambahan
Hingga 1995, SI mengelompokkan radian dan steradian sebagai unit tambahan, tetapi penunjukan ini ditinggalkan dan unit dikelompokkan sebagai satuan turunan.Satuan dan Kuantitas lainnya
Satuan Turunan SiLihat pula
|
||||||||||||||
Menu navigasi
Komunitas
Wikipedia
Cetak/ekspor
Peralatan
Bahasa lain
- العربية
- Asturianu
- Brezhoneg
- Bosanski
- Català
- Čeština
- Dansk
- English
- Español
- Eesti
- فارسی
- Français
- हिन्दी
- Hrvatski
- Kreyòl ayisyen
- Magyar
- Interlingua
- 日本語
- ភាសាខ្មែរ
- 한국어
- Македонски
- Bahasa Melayu
- Nederlands
- Polski
- Português
- Русский
- Srpskohrvatski / српскохрватски
- Slovenščina
- Српски / srpski
- Svenska
- ไทย
- Türkçe
- 中文
- Halaman ini terakhir diubah pada 03.31, 24 Desember 2013.
- Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.
Selasa, 08 Oktober 2013
Hampir 400 orang di wilayah barat laut Cina, Xinjiang, telah ditangkap
dan diinterogasi dengan tuduhan menyebarkan rumor online, lapor media
pemerintah Cina.
Dari 26 Juni sampai 31 Agustus, 110 orang ditahan dan 164 menerima peringatan, lapor Xinjiang Daily dikutip BBC (8/10/2013).
Para tahanan dituduh menyebarluaskan paham “ekstrimisme” dan materi yang “mengancam stabilitas”, klaim laporan tersebut.
Xinjiang merupakan rumah bagi sebagian besar Muslim Uighur yang menjadi minoritas di negara Cina.
Xinjiang Daily yang menjadi corong komite Partai Komunis lokal, mengklaim peningkatan pesat dari pengguna internet di Xinjiang telah menyaksikan peningkatan penyebaran paham “ekstrimisme” secara online.
Laporan tidak menyebutkan apakah para tahanan tersebut ada yang dibebaskan atau tidak. Para korban penahanan termasuk guru sekolah dasar di Kashgar dan petani di Hotan.
Dixat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, sebuah organisasi payung dari kelompok Uighur mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang ini hanya mencoba untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka dengan pemerintah Cina.
“Mereka ditangkap karena mereka menggunakan internet untuk mengekspos kebenaran tindakan kekerasan otoritas Cina di Xinjiang yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Penahanan itu merupakan bagian dari operasi keamanan yang terus berlanjut di Xinjiang. Menurut laporan media, sedikitnya 100 orang (kebanyakan Muslim-red) telah tewas dalam bentrokan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.
Muslim Uighur telah lama mengalami diskriminasi di bawah pemerintahan Beijing. Bulan lalu, presiden Xi Jinping telah bersumpah akan melanjutkan perang melawan apa yang ia sebut sebagai separatisme, terorisme dan ekstrimisme agama.
Tetapi kelompok-kelompok HAM menuduh Beijing membesar-besarkan ancaman teroris untuk membenarkan kebijakan keamanan mereka yang tangguh. (haninmazaya/arrahmah.com)
Dari 26 Juni sampai 31 Agustus, 110 orang ditahan dan 164 menerima peringatan, lapor Xinjiang Daily dikutip BBC (8/10/2013).
Para tahanan dituduh menyebarluaskan paham “ekstrimisme” dan materi yang “mengancam stabilitas”, klaim laporan tersebut.
Xinjiang merupakan rumah bagi sebagian besar Muslim Uighur yang menjadi minoritas di negara Cina.
Xinjiang Daily yang menjadi corong komite Partai Komunis lokal, mengklaim peningkatan pesat dari pengguna internet di Xinjiang telah menyaksikan peningkatan penyebaran paham “ekstrimisme” secara online.
Laporan tidak menyebutkan apakah para tahanan tersebut ada yang dibebaskan atau tidak. Para korban penahanan termasuk guru sekolah dasar di Kashgar dan petani di Hotan.
Dixat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, sebuah organisasi payung dari kelompok Uighur mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang ini hanya mencoba untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka dengan pemerintah Cina.
“Mereka ditangkap karena mereka menggunakan internet untuk mengekspos kebenaran tindakan kekerasan otoritas Cina di Xinjiang yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Penahanan itu merupakan bagian dari operasi keamanan yang terus berlanjut di Xinjiang. Menurut laporan media, sedikitnya 100 orang (kebanyakan Muslim-red) telah tewas dalam bentrokan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.
Muslim Uighur telah lama mengalami diskriminasi di bawah pemerintahan Beijing. Bulan lalu, presiden Xi Jinping telah bersumpah akan melanjutkan perang melawan apa yang ia sebut sebagai separatisme, terorisme dan ekstrimisme agama.
Tetapi kelompok-kelompok HAM menuduh Beijing membesar-besarkan ancaman teroris untuk membenarkan kebijakan keamanan mereka yang tangguh. (haninmazaya/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/10/09/otoritas-kafir-cina-tangkap-ratusan-muslim-wilayah-xinjiang.html#sthash.4kYbBP93.dpuf
Hampir 400 orang di wilayah barat laut Cina, Xinjiang, telah ditangkap
dan diinterogasi dengan tuduhan menyebarkan rumor online, lapor media
pemerintah Cina.
Dari 26 Juni sampai 31 Agustus, 110 orang ditahan dan 164 menerima peringatan, lapor Xinjiang Daily dikutip BBC (8/10/2013).
Para tahanan dituduh menyebarluaskan paham “ekstrimisme” dan materi yang “mengancam stabilitas”, klaim laporan tersebut.
Xinjiang merupakan rumah bagi sebagian besar Muslim Uighur yang menjadi minoritas di negara Cina.
Xinjiang Daily yang menjadi corong komite Partai Komunis lokal, mengklaim peningkatan pesat dari pengguna internet di Xinjiang telah menyaksikan peningkatan penyebaran paham “ekstrimisme” secara online.
Laporan tidak menyebutkan apakah para tahanan tersebut ada yang dibebaskan atau tidak. Para korban penahanan termasuk guru sekolah dasar di Kashgar dan petani di Hotan.
Dixat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, sebuah organisasi payung dari kelompok Uighur mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang ini hanya mencoba untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka dengan pemerintah Cina.
“Mereka ditangkap karena mereka menggunakan internet untuk mengekspos kebenaran tindakan kekerasan otoritas Cina di Xinjiang yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Penahanan itu merupakan bagian dari operasi keamanan yang terus berlanjut di Xinjiang. Menurut laporan media, sedikitnya 100 orang (kebanyakan Muslim-red) telah tewas dalam bentrokan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.
Muslim Uighur telah lama mengalami diskriminasi di bawah pemerintahan Beijing. Bulan lalu, presiden Xi Jinping telah bersumpah akan melanjutkan perang melawan apa yang ia sebut sebagai separatisme, terorisme dan ekstrimisme agama.
Tetapi kelompok-kelompok HAM menuduh Beijing membesar-besarkan ancaman teroris untuk membenarkan kebijakan keamanan mereka yang tangguh. (haninmazaya/arrahmah.com)
Dari 26 Juni sampai 31 Agustus, 110 orang ditahan dan 164 menerima peringatan, lapor Xinjiang Daily dikutip BBC (8/10/2013).
Para tahanan dituduh menyebarluaskan paham “ekstrimisme” dan materi yang “mengancam stabilitas”, klaim laporan tersebut.
Xinjiang merupakan rumah bagi sebagian besar Muslim Uighur yang menjadi minoritas di negara Cina.
Xinjiang Daily yang menjadi corong komite Partai Komunis lokal, mengklaim peningkatan pesat dari pengguna internet di Xinjiang telah menyaksikan peningkatan penyebaran paham “ekstrimisme” secara online.
Laporan tidak menyebutkan apakah para tahanan tersebut ada yang dibebaskan atau tidak. Para korban penahanan termasuk guru sekolah dasar di Kashgar dan petani di Hotan.
Dixat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, sebuah organisasi payung dari kelompok Uighur mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang ini hanya mencoba untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka dengan pemerintah Cina.
“Mereka ditangkap karena mereka menggunakan internet untuk mengekspos kebenaran tindakan kekerasan otoritas Cina di Xinjiang yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Penahanan itu merupakan bagian dari operasi keamanan yang terus berlanjut di Xinjiang. Menurut laporan media, sedikitnya 100 orang (kebanyakan Muslim-red) telah tewas dalam bentrokan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.
Muslim Uighur telah lama mengalami diskriminasi di bawah pemerintahan Beijing. Bulan lalu, presiden Xi Jinping telah bersumpah akan melanjutkan perang melawan apa yang ia sebut sebagai separatisme, terorisme dan ekstrimisme agama.
Tetapi kelompok-kelompok HAM menuduh Beijing membesar-besarkan ancaman teroris untuk membenarkan kebijakan keamanan mereka yang tangguh. (haninmazaya/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/10/09/otoritas-kafir-cina-tangkap-ratusan-muslim-wilayah-xinjiang.html#sthash.4kYbBP93.dpuf
Hampir 400 orang di wilayah barat laut Cina, Xinjiang, telah ditangkap
dan diinterogasi dengan tuduhan menyebarkan rumor online, lapor media
pemerintah Cina.
Dari 26 Juni sampai 31 Agustus, 110 orang ditahan dan 164 menerima peringatan, lapor Xinjiang Daily dikutip BBC (8/10/2013).
Para tahanan dituduh menyebarluaskan paham “ekstrimisme” dan materi yang “mengancam stabilitas”, klaim laporan tersebut.
Xinjiang merupakan rumah bagi sebagian besar Muslim Uighur yang menjadi minoritas di negara Cina.
Xinjiang Daily yang menjadi corong komite Partai Komunis lokal, mengklaim peningkatan pesat dari pengguna internet di Xinjiang telah menyaksikan peningkatan penyebaran paham “ekstrimisme” secara online.
Laporan tidak menyebutkan apakah para tahanan tersebut ada yang dibebaskan atau tidak. Para korban penahanan termasuk guru sekolah dasar di Kashgar dan petani di Hotan.
Dixat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, sebuah organisasi payung dari kelompok Uighur mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang ini hanya mencoba untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka dengan pemerintah Cina.
“Mereka ditangkap karena mereka menggunakan internet untuk mengekspos kebenaran tindakan kekerasan otoritas Cina di Xinjiang yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Penahanan itu merupakan bagian dari operasi keamanan yang terus berlanjut di Xinjiang. Menurut laporan media, sedikitnya 100 orang (kebanyakan Muslim-red) telah tewas dalam bentrokan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.
Muslim Uighur telah lama mengalami diskriminasi di bawah pemerintahan Beijing. Bulan lalu, presiden Xi Jinping telah bersumpah akan melanjutkan perang melawan apa yang ia sebut sebagai separatisme, terorisme dan ekstrimisme agama.
Tetapi kelompok-kelompok HAM menuduh Beijing membesar-besarkan ancaman teroris untuk membenarkan kebijakan keamanan mereka yang tangguh. (haninmazaya/arrahmah.com)
Dari 26 Juni sampai 31 Agustus, 110 orang ditahan dan 164 menerima peringatan, lapor Xinjiang Daily dikutip BBC (8/10/2013).
Para tahanan dituduh menyebarluaskan paham “ekstrimisme” dan materi yang “mengancam stabilitas”, klaim laporan tersebut.
Xinjiang merupakan rumah bagi sebagian besar Muslim Uighur yang menjadi minoritas di negara Cina.
Xinjiang Daily yang menjadi corong komite Partai Komunis lokal, mengklaim peningkatan pesat dari pengguna internet di Xinjiang telah menyaksikan peningkatan penyebaran paham “ekstrimisme” secara online.
Laporan tidak menyebutkan apakah para tahanan tersebut ada yang dibebaskan atau tidak. Para korban penahanan termasuk guru sekolah dasar di Kashgar dan petani di Hotan.
Dixat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, sebuah organisasi payung dari kelompok Uighur mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang ini hanya mencoba untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka dengan pemerintah Cina.
“Mereka ditangkap karena mereka menggunakan internet untuk mengekspos kebenaran tindakan kekerasan otoritas Cina di Xinjiang yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Penahanan itu merupakan bagian dari operasi keamanan yang terus berlanjut di Xinjiang. Menurut laporan media, sedikitnya 100 orang (kebanyakan Muslim-red) telah tewas dalam bentrokan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.
Muslim Uighur telah lama mengalami diskriminasi di bawah pemerintahan Beijing. Bulan lalu, presiden Xi Jinping telah bersumpah akan melanjutkan perang melawan apa yang ia sebut sebagai separatisme, terorisme dan ekstrimisme agama.
Tetapi kelompok-kelompok HAM menuduh Beijing membesar-besarkan ancaman teroris untuk membenarkan kebijakan keamanan mereka yang tangguh. (haninmazaya/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/10/09/otoritas-kafir-cina-tangkap-ratusan-muslim-wilayah-xinjiang.html#sthash.4kYbBP93.dpuf
Langganan:
Komentar (Atom)
